Indonesia, Rumah Bagi 17 Juta Bayi

Apa yang melatarbelakangi satu perusahaan mendirikan pabrik di satu tempat? Pertimbangan utamanya tentulah karena pasar. Bagi Procter & Gamble (P&G), Indonesia merupakan pasar terbesar Asia untuk kebutuhan diapers atau popok bayi sekali pakai. Dengan pertimbangan ini dan dengan komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia secara umum, P&G meresmikan pabrik Pampers di Karawang, Jawa Barat pada Kamis, 5 Desember 2013 lalu.

Menurut Vice Chairman and Advisor to the Chairman and CEO P&G, Dimitri Panayotopoulos,  Indonesia merupakan rumah bagi lebih dari 17 juta bayi di atas 2 tahun. Fakta ini berdasarkan angka 12.000 bayi yang lahir setiap hari di Indonesia atau 4 juta bayi pertahun. Dengan kata lain, Indonesia ‘memproduksi’ populasi sebesar Singapura setiap tahunnya. Wow!

Dengan investasi sebesar USD100 juta, P&G membangun pabrik Pampers di Karawang ini sebagai bagian dari rencana jangka panjang selama tiga tahun ke depan untuk membangun pabrik kelas dunia yang juga merupakan salah satu pabrik terbesar di ASEAN.

Komitmen ini juga merupakan bagian dari tekad P&G untuk meningkatkan kualitas hidup bayi lewat produk Pampers yang berkualitas. Apalagi P&G sebenarnya telah mengembangkan pasar kebutuhan barang konsumsi harian (Fast Moving Consumer Goods/FMCG) di Indonesia sejak lebih dari 20 tahun yang lalu di Indonesia, namun telah melayani konsumen di dunia semenjak 175 tahun yang lalu.

Saya yang juga adalah seorang ibu dari dua anak laki-laki (yang salah satunya masih memakai diapers), tentu menyambut gembira komitmen P&G ini. Sebab berdasarkan pengalaman pribadi ketika anak pertama masih menggunakan diapers, saya cukup kesulitan menemukan merk yang cocok dengan kualitas dan harga yang ramah di kantong, hihihi. Syukurlah ketika anak kedua saya lahir, Pampers telah mengembangkan inovasi baru berupa diapers ekonomis yang harganya lebih murah daripada Pampers reguler tapi dengan kualitas yang sama. Menurut Endi Febrina Herlambang, Country Communications Manager P&G Indonesia, Pampers Ekonomis ini hanya ada di pasar Indonesia sebagai jawaban atas permintaan kaum ibu yang membutuhkan diapers sekali pakai dengan harga terjangkau tapi dengan kualitas tinggi yang tidak membuat kulit bayi rentan ruam popok. Dan saya pribadi sudah membuktikannya, lho.

pampers

Gambar dari http://uqiqu.com

Tekad P&G untuk terus meningkatkan kualitas hidup bayi Indonesia lewat produk Pampers ini juga ditunjukkan lewat penyerahan 100 pak Pampers untuk klinik kesehatan dan bidan di wilayah Karawang. Acara serah terima ini diwakili oleh Artika Sari Devi sebagai brand ambassador Pampers P&G Indonesia.

 Image

*serah terima Pampers untuk Bidan di Karawang*

Yang menarik, sebagai pelopor dalam industri diaper sekali pakai, nama Pampers sudah sangat familiar di Indonesia. Bahkan, saking terkenalnya, hampir setiap orang menyebut diaper sekali pakai dengan sebutan Pampers. Padahal Pampers itu merk, lho. Ini membuktikan betapa merk Pampers sudah sangat melekat dan menjadi kebutuhan setiap bayi dan ibu di Indonesia.

Pengalaman saya pribadi adalah ketika anak kedua saya yang kulitnya memang relatif sensitif, beberapa kali gonta ganti merk diapers dan tidak ada yang cocok. Barulah ketika saya mencoba Pampers, kulit Adek Faiz terbebas dari ruam popok yang bikin dia cranky. Maka sampai sekarang, tiap belanja bulanan, Pampers selalu jadi item utama di list belanjaan saya. Hihihi.

Semoga dengan dibukanya pabrik Pampers di Karawang ini, distribusi dan produksi Pampers semakin meningkat dan semakin mudah ditemukan di pelosok negeri Indonesia. Dengan demikian bayi Indonesia pun bisa tidur lebih nyenyak dan ibu Indonesia pun lebih happy. Happy mommy, Happy baby, Happy life 😉

 

*tulisan ini merupakan kerjasama penulis dengan P & G Indonesia

Procter & Gamble Indonesia, Pabrik Hijau Di Karawang

Tanggal  5 Desember 2013 lalu, saya diajak Lita dari Mommiesdaily untuk ikut mengunjungi peresmian pabrik Pampers P&G di Karawang, Jawa Barat. Cukup excited sih, karena selain saya sudah lama gak jalan-jalan ke pabrik *lah*, juga karena undangan ini membawa kembali kenangan lama saat saya masih bekerja sebagai wartawan di salah satu media di Jakarta beberapa tahun lalu… *kemudian terdengar sountrack Kenny G di latar belakang*

Perjalanan ke Karawang cukup lancar, meskipun sempet muter-muter di area KIIC (Karawang International Industrial City) untuk menemukan lokasi pabrik P&G-nya. Sampai disana kami sudah disambut staf P&G yang berpakaian kasual (T-shirt, jeans, dan topi) dan kami dikelompokkan ke dalam grup mewakili Media. Ehm, blogger juga sekarang sudah diperhitungkan sebagai citizen journalism yang opininya diperhitungkan, lho 🙂

Saat memasuki bangunan pabrik Pampers P&G ini, saya sudah merasa tertarik karena desain bangunannya yang ramah, bersih, dan rapi. Biasanya bayangan saya tentang pabrik gak jauh-jauh dari kesan pengap, berisik, dengan ratusan buruh yang bekerja di dalamnya. Tapi kali ini tidak, karena begitu memasuki lobi, kami sudah ‘disuguhi’ aneka quote motivasi yang menjadi prinsip kerja P&G dan seluruh stafnya.

Image

Prinsip kerja P&G

 Image

*SHOW*

 

Ketika tour keliling pabrik dimulai, saya semakin tertarik karena ternyata pabrik Pampers P&G di Karawang ini sudah bersertifikat LEED (Leadership in Energy and Environmental Design). LEED sendiri merupakan standar bangunan hijau terkemuka di dunia dan sistem sertifikasi lingkungan tertinggi yang dikembangkan oleh US Green Building Council. Artinya, pembangunan pabrik ini sangat memperhitungkan aspek hijau dan ramah lingkungan dalam pengelolaannya. Pabrik Pampers P&G ini mendapatkan sertifikat LEED Silver 2013. Dan setiap tahun akan terus dilakukan pembaharuan sertifikasi secara berkesinambungan.

 Image

*Sertifikat LEED Pabrik Pampers P&G Karawang*

Sebagai ibu-ibu yang (ceritanya) sedang berusaha mengaplikasikan konsep green living dalam kehidupan sehari-hari, konsep pabrik hijau bersertifikasi LEED ini sungguh mendamaikan hati saya *taelah*. Saya merasa senang bahwa ada lho pabrik yang juga concern dengan lingkungan. Keren kan 🙂

Saat berbincang lebih jauh dengan Mbak Endi Febrina Herlambang, Country Communication Manajer P&G Indonesia, saya mendapatkan keterangan bahwa P&G berusaha menjadikan gaya hidup hijau sebagai salah satu habit yang ingin dibentuk perusahaan. Salah satu caranya adalah dengan meniadakan pengadaan tissue di seluruh toilet pabrik dan menyediakan fasilitas hand dryer di setiap toilet. Dengan demikian, setiap karyawan P&G tidak menjadi tergantung dengan kertas tissue untuk mengeringkan tangan dan hal ini diharapkan menjadi kebiasaan baik yang dilakukan segenap staf P&G Indonesia.

Ketika berjalan lebih jauh memasuki area pabrik, saya menjadi semakin paham dengan konsep green building P&G ini. Karena memang di beberapa sudut bisa ditemukan reminder untuk selalu hemat energi. Salah satunya dengan menyalakan AC pada suhu ruang 25 derajat celcius. Wow! Bahkan lebih hemat dari pemakaian AC rumah saya, nih *tutup muka pake taplak*.

 Image

*reminder untuk hemat energi*

 

Produk Pampers produksi P&G sendiri merupakan produk yang ramah lingkungan. P&G setiap tahun selalu berusaha memperbaiki kualitas produk Pampers menjadi semakin ramah lingkungan dan tidak membutuhkan waktu lama untuk terurai. Bahkan salah satu keinginan P&G adalah memproduksi Pampers yang bisa didaur ulang. Sampai saat ini, hal itu masih menjadi bagian dari riset penting P&G. Wah, saya semakin excited aja nih dengernya. Selain karena memang Faiz, anak saya yang batita menggunakan Pampers, saya juga bakalan seneng pake banget kalo dengan kualitas yang sama (bahkan lebih) tapi Pampers bisa berinovasi mengeluarkan produk yang bisa didaur ulang. Ditunggu banget!

Setelah puas keliling pabrik dan menikmati makan siang yang disediakan, kami pun pamit pulang dengan menumpang bis yang disediakan P&G untuk media dan wartawan. Gak lupa seperti biasa, kita foto-foto dulu dooong, hihihi.

 Image

*Lita, saya, dan Mbak Indah Juli*

 

*tulisan ini merupakan kerjasama antara penulis dengan P&G Indonesia