Mengapa Blue Curiosa

Blue Curiosa pertama kali memikat saya ketika kuliah di Bandung 14 tahun lalu *eh udah tua juga yak*. Bukan memikat secara fisik, karena saya sendiri belum pernah liat wujudnya Mawar Jingga itu seperti apa. Tapi memikat secara pronounciation. Bagus aja, simpel, maknanya punya filosofi yang sesuai bagi perjalanan hidup saya ketika itu. Jadi sejak itu saya selalu pakai signature ‘Blue Curiosa’ dimana2.

Apa artinya? Singkatnya sih ya Mawar Jingga. Mawar Ungu. Sejenis varian mawar yang sangat langka karena warna biru bukan warna yang mudah didapatkan spektrumnya dalam genetika bunga mawar. Dan seperti namanya, Curiosa, ada filosofi bahwa mawar ini bukan jenis yang biasa2 saja. Dia istimewa, mengundang banyak tanya, namun ia tetap akan berdiri menjadi dirinya sendiri, meskipun lebih banyak orang menyukai bunga mawar merah muda atau merah menyala.

Seperti itukah saya ingin ‘menampilkan’ diri saya? Mungkin iya…

Saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri. Meskipun dimata orang mungkin saya bukan sosok yang baik hati atau tipikal angel yang selalu penuh motivasi. Saya ya seperti ini. Kadang hangat, kadang bisa dingin. Kadang jujur, kadang terlalu naif dengan menganggap semua orang baik. Kadang bisa jadi labil dan galau macam abege. Kadang bisa sangat persuasif dan provokatif. Dan kadang (terlampau sering) disalah artikan…

Eh kok malah jadi curhat. Hihihi.

Intinya adalah, Blue Curiosa adalah filosofi diri saya yang meskipun tidak bisa menjadi seperti kebanyakan, tetapi selalu percaya bahwa dirinya adalah mahluk baik yang tidak pernah ingin menyakiti siapa2.

Tapi percayalah, yang saya tampilkan disini hanyalah sebagian sedikit saja dari apa yang saya miliki dalam kehidupan sesungguhnya. It just me, my wildest thought or shallow mind…

*sebenernya sih filosofinya rada maksa, tapi biarin lah. Oke sip*

Note: Gambar minjem dari SINI

Tentang Pindah

Sebenarnya sih tidak ada alasan yang spesifik, kenapa saya akhirnya memutuskan untuk ‘pindah rumah’ kesini, setelah hampir 4 tahun merasa sangat nyaman di Multiply. Tapi kalo harus dijembreng alasannya salah satunya yang sangat klasik adalah: Multiply sudah berubah jadi pasar yang sangat ramai. Literally.

Apalagi saat ini memang tengah hangat isu bahwa Multiply akan mengembangkan e-commerce secara besar2an dan kemungkinan besar akan menggeser porsi blogger yang (mungkin) dinilai tidak punya kontribusi besar dari segi bisnis. Apakah benar blogger Multiply akan tergusur? Entahlah, just wait and see.

Yang pasti, belakangan ini memang saya mulai merasa agak terganggu dengan banyaknya postingan dari online shop yang nggak kira2. Kadang satu halaman inbox penuh dengan promo online shop yang jualan mulai dari keperluan bayi dan anak2, sepatu, tas, baju, kerudung, buku, novel, sampe jajanan mulai dari keripik, cake ultah, pasta (eh ini mah gue), sampai pempek dan yoghurt.

Alasan kedua, mungkin saya mulai jenuh saja. Dan ingin mencari kedamaian, dalam arti sesungguhnya. Mengembalikan tujuan awal saya saat menulis menjadi yaaa Menulis. Titik. Bukan menulis karena ingin dikomentari atau pamer ini itu (maafin Uwi Ya Allah). Bukan menulis karena ingin ‘dilihat’ orang. Bukan menulis karena ingin jadi ‘yang dikenal’. Saya hanya ingin melepaskan lelah jiwa dan raga. Itu saja.

Jadi, inilah saya yang ingin mencoba membuka lembaran baru disini. Semoga tidak ada lagi lelah menyertai perjalanan kali ini. Kalau nanti akan terselip tawa, maka anggaplah itu bonus dari bagaimana saya mencoba menjadi diri saya yang lebih baik setiap hari.

So now let me say to myself: Welcome Uwi to your new home 🙂

Note: Gambar pinjem dari SINI